ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
INILAH AKU
Aku hanya seorang pengembara sesat,faQir ilmu dan doif.Yang sedang berjuang meraih ampunan-Nya.Aku bukan siapa-siapa.Dan Bukan apa-apa
Aku hanya sepotong kekhilafan yang hidup,Sepotong dosa, sepotong nista, dan sepotong kesalahan
Yang sedang berjuang meraih Maghfirah-Nya,
Yang sedang berjuang membersihkan diri dari dosa dan noda
Dari kegelalapan dunia dan semesta raya
Dan aku bukan apa-apa
Bukan siapa-siapa
Aku Hanya setitik serpihan debu
Setitik fana di padang tandus
Sebentuk kesombongan yang sering lantang menantang kehendak-Nya
Lantang mengabaikan larangan-Nya
Ini-lah aku..
Sebentuk kekhilafan yang hidup
Yang hina dan berlumur dosa
Sahabat …
Masihkah setia di sana…
Menyimak untaian kata yang aku rangkai menjadi kalimat yang menggugah inspirasi dan membangkitkan jiwa…
Sahabat…
Ini adalah goresanku, yang mewakili luapan rasa dan asaku selama bersama dengan kalian...
Semoga ini akan menambah eratnya jalinan ukhuwah antara kita…
Sebuah tempat singgah sekedarnya berhasil kutata.
Dindingnya hanya untaian fikir yang mampu kurangkai,
atapnya hanya sedikit goresan hati yang berani ku ungkap,
perabotnya hanyalah rentetan cerita yang tak sesempurna kisah para shahabiyah.
Aku bukanlah arsitek ulung, bukan pakar perangkai kata,
bukan penulis ideal, dan bukan pula pemikir hebat.
Kesan pertamaku mungkin pernah membuatmu terpesona,
tapi belum tentu kesan selanjutnya.
Kehadiranku mungkin pernah kau nantikan,
tapi aku tahu ada yang lebih layak untuk kau nantikan.
Aku mungkin pernah menginspirasimu,
tapi sesungguhnya kau sendirilah yang lebih pandai menggali inspirasi.
Mungkin beberapa ceritaku sempat membuatmu terbuai,
tapi sesungguhnya ada banyak kebun hikmah di jagad dunia yang lebih membuatmu terhanyut akan maknanya,
selama kau bisa melihatnya dengan matahati dan fikirmu.
Sahabat….
Kau tahu, aku hanyalah manusia biasa yang masih jauh dari kata baik apalagi sempurna.
Terkadang kau mendapatiku sebagai manusia yang tegar seteguh batu karang, namun tak jarang pula kau mendapatiku rapuh manakala badai kehidupan menyapa.
Diri ini bukan siapa-siapa….
Hanya manusia biasa cermin mahluk akhir zaman,
Namun diri ini akan selalu berusaha belajar untuk memperbaiki diri atas segala kekurangan yang ada.
Cukuplah kau mengenalku seperti itu,
agar kau mampu menghargaiku dengan segala kelebihan dan kekuranganku.
Jika kau ada di ujung Utara, mungkin aku ada di ujung Selatan,
dan kita akan saling menunjukkan dimana Barat dan Timur
agar bisa saling menebarkan senyum ketulusan, senyum kedamaian dan senyum kebahagiaan dari segala arah.
Bukankah disitu letak indahnya persahabatan?
Sahabat…
Aku belajar darimu bagaimana menjadi seorang teman,
aku berguru padamu bagaimana menebar kebaikan pada sesama dan berbagi tanpa membedakan golongan.
Betapa bahagianya manakala diri ini mendapat senyum termanis di Ladang Indah milikmu,
kau menerima kehadiranku layaknya sahabat terbaikmu,menyambutku begitu indahnya walau hanya duduk termangu di emperan istanamu.
Mengerti bagaimana penghargaan itu begitu tulusnya, begitu berharganya….
Namun kusadari…
Mungkin aku pernah menggoreskan sedikit atau banyak luka di sana,
mungkin aku pernah meninggalkan kotoran yang belum sempat kubersihkan
barangkali aku sempat meremehkan jalinan indah yang kau berikan,
atau mungkin membuatmu tak nyaman dengan segala polah kacauku.
Kali ini,….
Lagi-lagi, aku ingin meraih mutiara itu di samudera hatimu.
Aku tahu,kau tak akan pernah keberatan mengangkatnya untukku.
Maafkan aku, karena sekian waktu adalah cukup untuk menunjukkan retaknya dindingku, pudarnya warnaku, rapuhnya atapku, dan lusuhnya perabot milikku.
Dan maafmu, yang membuat bangunan ini mampu utuh kembali… seperti semula Sekian waktu telah berlalu.
Terimakasih Sahabat…
Jalinan ini tak akan terlewat...
◦☆◦ вєтαρα ιηđαнηуα ρєяѕαнαвαтαη αηđαιкαη кιтα вιѕα
ѕαļιηg вєявαgι ☆╭⌒╭⌒╮☆ ╭⌒╮☆ ~ ╭⌒╮,☆,,''★ ~~,'',~~★
╱◥█◣ ╱◥◣╱◥████◣ ╱◥█◣_●●●●●●∩║▓__∩__▓ ▓∩▓田
║∩║▓__∩__ ▓▓∩▓田 ║╬╬╬╬╬╬╬╬
---------------------------------------------------
Pena diangkat dan tinta telah mengering..
Penulisan ini semua sekadar luahan hati yang mungkin tidak dapat disusun dengan baik..
Penulisan ini luahan hati sendiri, sekadar peringatan untuk diri ini..insan yang kerdil di sisiNya..
Maaf andai kata-kata yang agak bercelaru dan sukar untuk difahami..sekadar meluahkan perasaan dihati..
Semoga kita tergolong dalam golongan yang memperbaiki diri dan mengajak dan membawa pembaikan kepada orang lain..
Hanya dengan menulis, hatiku lega..walaupun aku tahu kisah hidupku ini amat membosankan kerana selalu diselubungi dengan kesedihan sahaja...
Tiada yang kekal abadi di dunia ini, yang tersimpan hanyalah secebis luahan dari hati..sebagai kenangan
Firman Allah yang bermaksud: ” Sesungguhnya pendengaran,penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggungjawabnya.” (Surah al-Isra 17:36)
••►...Satu hari nanti, Allah akan bertanya di mana kamu menghabiskan USIA mudamu...Apa USAHA yang telah kamu lakukan untuk tegakkan DEEN ALLAH...Apa yang kamu usahakan untuk memBANTU saudara seislammu di dunia dan serta merta perasaan takut hadir di hati ini kerana memikirkan JAWAPAN untuk soalan itu..••►
Tanganku akan hancur di dalam tanah..
Yang tinggal hanya tulisanku ini
Moga sesiapa yang membaca tulisanku..
Doakanlah keselamatanku dari Azab (api neraka)..
_Jazakumullahukhayran..:')♥♥_