Jumat, 29 Agustus 2014

SANGAT PRIHATIN

Pagi ini, saat online dan membuka fan page Jonru, saya kaget karena ada 124 pesan yang masuk. Salah satu di antaranya sungguh menarik, sekaligus membuat saya SANGAT PRIHATIN. Lebih jelasnya, coba lihat foto yang saya share ini.

Ya, saya sungguh prihatin! Demikian bejatnya moral para haters itu. Sampai2 orang yang sudah meninggal pun masih dibully juga.

Alhamdulillah...
Berita baiknya, masih ada orang jiwa kemanusiaannya tetap terjaga. Dia semula membenci saya. Namun setelah melihat perilaku para haters yang sangat sadis dalam membully orang yang sudah meninggal, dia jadi menyadari pihak mana yang benar, dan pihak mana yang salah.

Secara pribadi, saya mengucapkan ikut belasungkawa atas berpulangnya ketua umum partai Gerindra. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Siapapun yang meninggal dunia, walaupun dia orang yang paling kita benci sekalipun, walau dia orang yang paling rajin menzalimi kita pun, sebaiknya kita doakan yang baik-baik, tak boleh kita ungkit keburukan2nya, apalagi mencaci-makinya.
Foto: Pagi ini, saat online dan membuka fan page Jonru, saya kaget karena ada 124 pesan yang masuk. Salah satu di antaranya sungguh menarik, sekaligus membuat saya SANGAT PRIHATIN. Lebih jelasnya, coba lihat foto yang saya share ini.

Ya, saya sungguh prihatin! Demikian bejatnya moral para haters itu. Sampai2 orang yang sudah meninggal pun masih dibully juga.

Alhamdulillah...
Berita baiknya, masih ada orang jiwa kemanusiaannya tetap terjaga. Dia semula membenci saya. Namun setelah melihat perilaku para haters yang sangat sadis dalam membully orang yang sudah meninggal, dia jadi menyadari pihak mana yang benar, dan pihak mana yang salah.

Secara pribadi, saya mengucapkan ikut belasungkawa atas berpulangnya ketua umum partai Gerindra. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Siapapun yang meninggal dunia, walaupun dia orang yang paling kita benci sekalipun, walau dia orang yang paling rajin menzalimi kita pun, sebaiknya kita doakan yang baik-baik, tak boleh kita ungkit keburukan2nya, apalagi mencaci-makinya.
Sumber: fb Jonru

Selasa, 26 Agustus 2014

Bukan tidak mungkin

Bukan tidak mungkin, seorang pendosa beristighfar walau masih rutin berdosa dia merasa kelak akan Allah hentikan dia dari perbuatan dosanya. 

Karena dia merendah dan masih merasa sering berdosa. 
Dalam hatinya tetap ada bait-bait penyesalan, namun seringkali tidak terselesaikan.

Bukan tidak mungkin, seorang alim beristighfar, lalu merasa istighfarnya lebih bernilai dari orang di bawahnya sambil membanding-bandingkan lahiriyah; terlebih merasa bebas dari dosa dan kesalahan. 

Ia meninggi. Ditakutkan ia akan dihukum dengan hilangnya kelezatan ibadah bermasa-masa.

Mungkin kita pernah rutin berdosa dan tiap melakukannya ada penyesalan, bahkan kadang menangis bertanya 'mengapa' pada jiwa. 

Kemudian Allah membimbing kita menuju jalan-Nya. 

Mungkin pernah alami ini.

Mungkin kita pernah rutin beribadah dan takjub melakukannya lalu tengok kiri kanan. 
Merasa lebih berkualitas, perlahan tapi pasti kita merasa kian jauh dari keindahan masa lalu dan ingin kembali namun seolah selalu terhalangi. 

Mungkin pernah alami ini.

Preman yang kini sedang mendosa itu, kita tak tahu takdirnya kemudian. 

Tidak perlu menentukan di mana kelak dia akan berakhir dan apa kelak dia akan menjadi.

Karena kita sendiri tidak bisa menentukan di mana kelak kita akan berakhir dan apa kelak kita akan menjadi.

Kita harus ingat untuk berhenti ketika kita merasa sudah terlalu jauh. 

Karena di kejauhan, tidak terlihat ada tempat pemberhentian.


Foto: Bukan tidak mungkin, seorang pendosa beristighfar walau masih rutin berdosa dia merasa kelak akan Allah hentikan dia dari perbuatan dosanya. 

Karena dia merendah dan masih merasa sering berdosa. 
Dalam hatinya tetap ada bait-bait penyesalan, namun seringkali tidak terselesaikan.

Bukan tidak mungkin, seorang alim beristighfar, lalu merasa istighfarnya lebih bernilai dari orang di bawahnya sambil membanding-bandingkan lahiriyah; terlebih merasa bebas dari dosa dan kesalahan. 

Ia meninggi. Ditakutkan ia akan dihukum dengan hilangnya kelezatan ibadah bermasa-masa.

Mungkin kita pernah rutin berdosa dan tiap melakukannya ada penyesalan, bahkan kadang menangis bertanya 'mengapa' pada jiwa. 

Kemudian Allah membimbing kita menuju jalan-Nya. 

Mungkin pernah alami ini.

Mungkin kita pernah rutin beribadah dan takjub melakukannya lalu tengok kiri kanan. 
Merasa lebih berkualitas, perlahan tapi pasti kita merasa kian jauh dari keindahan masa lalu dan ingin kembali namun seolah selalu terhalangi. 

Mungkin pernah alami ini.

Preman yang kini sedang mendosa itu, kita tak tahu takdirnya kemudian. 

Tidak perlu menentukan di mana kelak dia akan berakhir dan apa kelak dia akan menjadi.

Karena kita sendiri tidak bisa menentukan di mana kelak kita akan berakhir dan apa kelak kita akan menjadi.

Kita harus ingat untuk berhenti ketika kita merasa sudah terlalu jauh. 

Karena di kejauhan, tidak terlihat ada tempat pemberhentian.



Senin, 11 Agustus 2014

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media




                           Sepertinya ada ANGGAPAN KELIRU pada masyarkat kita, bahwa orang terkenal (khususnya yang sering diliput media massa) adalah orang terbaik. Maka siapa yang paling sering masuk teve, majalah, atau koran, dialah yang dianggap paling baik.

Padahal faktanya, di luar sana masih banyak orang berprestasi, bahkan jauh lebih berprestasi, namun sepi pemberitaan media. Masyarakat pun tidak mengenal mereka. Dan karena mereka jarang diliput media, masyarakat pun seolah-olah tak percaya pada prestasi-prestasi yang telah diukirnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, adalah sosok pemimpin yang sarat prestasi. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus penghargaan yang dia peroleh. Tanpa banyak liputan media, satu demi satu proyek pembangunan di Jawa Barat pun dia kerjakan dan rampungkan.


Beliau inilah contoh sosok pemimpin sejati!