Jumat, 11 April 2014

Jurnalis Turki: Israel Harus Masuk Daftar Musuh Kita


PM Turki Recep Tayyip Erdoğan (tengah), CEO Zaman Media Group Ekrem Dumanlı (kiri) dan Editor-in-Chief Today’s Zaman Bülent Keneş berpose saat seremoni di Ankara untuk peluncuran Today’s Zaman pada 16 Januari 2007. (todayszaman.com)
dakwatuna.com – Ankara. Surat kabar Turki, Today’s Zaman, edisi Sabtu (28/8), memuat sebuah artikel seorang penulis dan jurnalis Turki, Abdullah Bezkurt, yang berpendapat bahwa entitas Zionis Israel merupakan ancaman serius bagi negara Turki. “Oleh karena itu Israel harus masuk dalam daftar pertama musuh negara kita,” tulisnya.
Penulis Turki ini dalam artikelnya, saat memberikan analisa terhadap amandemen terakhir yang dilakukan pada teks piagam “prinsip-prinsip keamanan nasional Turki” yang disebut oleh sebagian pihak dengan undang undang rahasia negara (Turki), mengatakan bahwa “Adalah baik bila teks perubahan ini tidak memuat nama Rusia dan Yunani, namun betul-betul mengurangi nama (Israel).
Penulis Turki ini menambahkan bahwa entitas Zionis Israel harus masuk dalam daftar musuh Turki karena menjadi ancaman bagi keamanan nasional Turki. Dia mengatakan, “Hal itu nampak lebih jelas, setelah Israel menyerang armada kebebasan dan menumpahkan darah 9 aktivis kemanusiaan Turki.”
Di akhir artikelnya, penulis Turki ini menegaskan bahwa entitas Zionis Israel banyak membantu pemberontak Kurdi dan menggunakan mereka untuk memperlemah keamanan di negara Turki. (asw/pip)
Redaktur: Hendra



Mahasiswi Turki Boleh Berjilbab Lagi di Universitas Setelah 10 Tahun Dilarang


Ilustrasi - Muslimah berjilbab di Turki (WN / akgunsemra)
dakwatuna.com – Sejak 10 tahun, universitas Turki menolak mahasiswi berjilbab. Hal ini adalah keputusan Dewan Pendidikan Tinggi Turki.
Para dosen dilarang menolak kehadiran mahasiswi berjibab, dan mereka yang tetap melarang akan diperiksa pihak yang berwajib. Keputusan Dewan Pendidikan Tinggi Turki ini bertentangan dengan keputusan hakim tinggi Turki, yang menyatakan jilbab bertentangan dengan masyarakat sekuler Turki.
Sebelumnya, partai pemerintah AKP yang didukung warga muslim mencoba mengubah larangan berjilbab ini di universitas. Perubahan baru ini tidak mengubah larangan resmi, untuk itu perlu mengubah undang-undnag dasar Turki. Hal ini tidak akan terjadi setelah pemilu tahun depan. (Krisman Purwoko/RNW/RoL)
Redaktur: Hendra




AKP Unggul Dalam Pemilihan Anggota Parlemen Turki


Para pendukung partai berkuasa Turki, AKP, merayakan hasil pemilu Parlemen di depan kantor pusat AKP di Ankar, 12 Juni 2011. (Reuters Picture)
dakwatuna.com – Ankara. Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP), yang berkuasa di Turki, unggul dalam pemilihan umum Ahad (12/6), demikian laporan media yang mengutip penghitungan awal.
Sementara 90,3 persen suara nasional telah dihitung, AKP meraih 50,6 persen suara dan mengungguli kubu oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) –yang meraih 25,6 persen, dan partai oposisi terbesar kedua, Partai Gerakan Nasionalis (MHP) –yang mendapat 13,2 persen suara, kata stasiun televisi Turki, NTV.
Para calon independen mengantungi 6,1 persen suara.
Para pendukung, yang kebanyakan adalah pemuda, berkumpul di luar markas AKP di Ankara guna merayakan kemenangan mereka serta menunggu pemimpin AKP Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan sambutan, yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi.
Lebih dari 50 juta warga Turki diperkirakan mendatangi tempat pemungutan suara untuk memberi suara mereka, Ahad, untuk memilih 550 anggota parlemen dari 7.492 calon dari 15 partai politik dan 203 calon independen.
Jajak pendapat sebelum pemilihan umum memperlihatkan partai yang berkuasa, AKP, dapat meraih 48 persen suara untuk memperoleh masa jabatan ketiga kali berturut-turut. CHP diperkirakan mendapat 25 persen sampai 30 persen suara, sementara MHP diperkirakan mengantungi 11 persen hingga 13 persen suara, demikian Xinhua-OANA melaporkan. (C003/A011/K004/B Kunto Wibisono/Ant)
Redaktur: Hendra
Keyword: 



Inilah Rektor Pertama di Turki yang Berjilbab





Prof. Ayşe Gül, rektor pertama di Turki yang berjilbab (aa.com.tr)
Prof. Ayşe Gül, rektor pertama di Turki yang berjilbab (aa.com.tr)
dakwatuna.com – Ankara. Baru kemarin, Kamis (10/4/2014), ada seorang rektor yang mengenakan jilbab di Turki. Prof. Sabri Oiegon, sekjen Dicle Üniversitesi, di Turki bagian timur mempublikasikan sebuah foto kenangan dirinya dengan Prof. Ayşe Gül yang merupakan rektor pertama di Turki yang berjilbab.
Oiegon mengatakan, “Ayşe sebenarnya ingin mengenakan jilbab beberapa waktu yang lalu atas dasar kesadaran pribadi. Tapi rupanya baru hari ini (Kamis), Ayşe memberikan kejutan kepada kita semua, muncul dengan berjilbab.”
Keputusan Ayşe mengenakan jilbab bisa dilaksanakan setelah pemerintah Turki menghapus aturan yang melarang pegawai negeri mengenakan jilbab di tempat kerjanya. Karena itulah, beberapa anggota legislatif wanita akhirnya juga bisa mengenakan jilbab saat menghadiri persidangan.
Ayşe agak terlambat mengenakan jilbab. Dia tidak langsung mengenakannya setelah pencabutan larangan. Alasanya, menurut Ayşe, adalah adanya kekhawatiran universitas yang dipimpinnya akan sedikit terganggu. Baru hari kemarin, Ayşe akhirnya bisa mendapatkan impian yang dipendamnya selama bertahun-tahun. Langkahnya itu juga yang membuatnya masuk dalam sejarah sebagai rektor pertama yang mengenakan jilbab di Turki. (mas/dakwatuna/anadolu)
Redaktur: Moh Sofwan Abbas



Minggu, 30 Maret 2014

Pilih PKS

Jangan golput karena kekosongan suara akan diisi oleh orang2 bayaran untuk menggolkan pemimpin yg korup. 
#negeriku #SayaPilihPks

Jumat, 28 Maret 2014

Belajar untuk tidak marah

Alkisah, seekor ular memasuki gudang tempat kerja tukang kayu di sore hari. 
Kebiasaan si tukang kayu, membiarkan sebagian peralatan kerjanya masih berserakan dan tidak merapikannya.
Nah ketika ular itu berjalan kesana kemari di dalam gudang,
tanpa sengaja ia merayap di atas gergaji.Tajamnya mata gergaji, 
menyebabkan perut ular terluka. 
Tapi ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.
Serangan itu menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah & putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya.
Ia pun membelit kuat gergaji itu. 
Maka tubuhnya terluka amat parah dan akhirnya ia pun mati.
.Kadangkala, di saat kita marah, kita ingin melukai orang lain. 
Tapi sesungguhnya tanpa disadari, yang dilukai adalah diri kita sendiri.

Mengapa? 

Karena perkataan dan perbuatan di saat marah adalah perkataan dan perbuatan yang biasanya akan kita sesali di kemudian hari..
Mari, kita sama-sama belajar untuk tidak marah (atau setidaknya mampu meredakan marah) terhadap situasi buruk yang mungkin kita alami.

Senin, 24 Maret 2014

Jaring Aspirasi Nasional Akh Sukira Hardianto

Alhamdulillah Aksi Jaring Aspirasi Nasional ( JAN ) dikelurahan Cimone Karawaci dgn layanan kesehatan cek Gula darah,asam urat & kolesterol Gratis langsung di serbu Warga sekitar

Masyarakat sangat antusias kegiatan ni yg di lakukan olh Relawan Dpc Pks Karawacialhamdulillah Dukunganpun trus mengalir tuk PKS
#KamiPilihPKS
#JANpksKarawaci