Senin, 06 Oktober 2014

KMP SOLID

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadlizon menegaskan Koalisi Merah Putih (KMP) tetap solid dalam pengajuan paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dimana ketua dipastikan berasal dari Partai Demokrat.

“Kalau KMP sampai saat ini tetap solid, untuk paket pimpinan MPR. Kesepakatannya ketua MPR dari Partai Demokrat,” kata Wakil Ketua DPR RI Fadlizon di Senayan, Senin (6/10).

Partai Gerindra sendiri tidak mengajukan kadernya untuk menduduki Pimpinan MPR.

“Kalau Gerindra tak terlalu memikirkan jabatan. Pak Prabowo yang penting bagaimana memikirkan bangsa,” kata Fadlizon.

Menurut informasi dari Ketua Fraksi Golkar, paket Pimpinan MPR yang akan diusung Koalisi Merah Putih adalah Djoko Udjianto (Demokrat) sebagai Ketua MPR dan empat Wakil Ketua: Mahyuddin (Golkar), Hidayat Nur Wahid (PKS), Zulkifli Hasan (PAN) dan perwakilan dari DPD.

PPP yang tidak masuk dalam paket Pimpinan MPR menyatakan tetap solid bersama KMP. Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Fraksi PPP saat wawancara dengan KOMPAS TV Senin malam ini.

Rapat paripurna MPR dengan agenda pemilihan pimpinan MPR yang sedianya dilaksanakan malam ini, ditunda hingga besok, Selasa (7/10) pagi.

Salah satu alasan penundaan untuk memberikan kesempatan pada Dewan Perwakilan Daerah menetapkan salah satu nama untuk diusulkan dalam paket pimpinan MPR. Sampai tulisan ini dibuat, anggota DPD sedang melakukan voting untuk menetapkan satu nama untuk pimpinan MPR. (ibn)

Dalam diam

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Dalam Diam, Aku Mencintaimu

Aku diam....bukan berarti aku tak peduli kepadamu.
Aku diam....Bukan berarti aku tak memikirkanmu.
Aku diam....bukan berarti aku tak mengharapkanmu.
Aku diam....bukan berarti aku tak merindukanmu.

dan
Aku diam....bukan berarti aku tak mencintaimu.
akan tetapi,
Aku diam....karena aku sungguh memikirkanmu.
Aku diam....karena aku sungguh merindukanmu.
Aku diam....karena cinta sejatiku kepadamu.
Aku diam....karena aku tidak mau menjebakmu kedalam jurang-jurang dosa.

Sungguh aku tidak mau membawamu kejalan yang dimurkai Allah...
Sekali lagi aku tidak mau membawamu kejalan yang dimurkai Allah...

Biarlah rindu ini menghujam qolbuku, shg membuatku bagaikan sebilah samurai yang membelah dadaku.
Biarlah sepi ini menyelimutiku, sehingga membuatku seperti berdiri sendiri ditengah gelapnya padang pasir.
Biarlah kegelisahan ini membelaiku, walaupun terasa bagaikan belaian badai.....biarkanlah.

Walaupun semua ini terasa perih, bagaikan sebuah selimut yang tersimpan ribuan pedang yang siap untuk menghujamku bila aku memakainya, akan tetap aku pakai.Karena aku yakin, didalam selimut itu tersimpan kehangatan Ridho-Nya.Yang kan membawaku kedalam mimpi yang indah Menari bersamamu didalam taman surga, yang dibawahnya mengalir sungai-sungai yang menyejukkan jiwa...

Sungguh....dalam diam aku mencintaimu....
Aku diam bukan berarti bisu
Tak menyapamu bukan berarti bosan
Mengacuhkanmu bukan berarti melupakan
Tentu aku punya cinta
Sebagaimana insan yang diberi suatu rasa
begitupun diriku,,

Cinta bukan di lisan maka tak harus diucapkan
Cinta bukan di mata maka tak harus menatap
Cinta bukan pada jemari maka tak perlu menyentuh

Cukup dengan diam aku mencintaimu
Cukup dengan diam kutundukkan pandanganku
Cukup dengan diam kujaga maruahku

Diamku sebagai tanda menjaga hati padamu
Yang kutitipkan pada-Nya
Diamku sebagai bukti cinta padamu
Yang tak melebihi cinta pada-Nya

Lewat diam,ku nawaitukan karena-Nya
Lewat diam,ku simpan semua karena-Nya
Lewat diam, ku tawakalkan karena-Nya

Jangan tanya seberapa besar rasa cinta itu
Tetapi bertanyalah seberapa besar kuatnya cinta
Mensucikan cinta dan memurnikan dihadapan-Nya
Jangan tanya seberapa tulus rasa cinta itu
Tetapi bertanyalah seberapa tulus cinta
Memuliakan cinta dan menjaga dihadapanNya
Maka ukirlah cinta dengan kemuliaan dari-Nya dan rajutlah cinta dalam keridhoan-Nya,,

Sabtu, 04 Oktober 2014

aku

ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
INILAH AKU
Aku hanya seorang pengembara sesat,faQir ilmu dan doif.Yang sedang berjuang meraih ampunan-Nya.Aku bukan siapa-siapa.Dan Bukan apa-apa

Aku hanya sepotong kekhilafan yang hidup,Sepotong dosa, sepotong nista, dan sepotong kesalahan

Yang sedang berjuang meraih Maghfirah-Nya,
Yang sedang berjuang membersihkan diri dari dosa dan noda
Dari kegelalapan dunia dan semesta raya
Dan aku bukan apa-apa
Bukan siapa-siapa

Aku Hanya setitik serpihan debu
Setitik fana di padang tandus
Sebentuk kesombongan yang sering lantang menantang kehendak-Nya
Lantang mengabaikan larangan-Nya
Ini-lah aku..
Sebentuk kekhilafan yang hidup
Yang hina dan berlumur dosa


Sahabat …
Masihkah setia di sana…
Menyimak untaian kata yang aku rangkai menjadi kalimat yang menggugah inspirasi dan membangkitkan jiwa…

Sahabat…
Ini adalah goresanku, yang mewakili luapan rasa dan asaku selama bersama dengan kalian...
Semoga ini akan menambah eratnya jalinan ukhuwah antara kita…
Sebuah tempat singgah sekedarnya berhasil kutata.
Dindingnya hanya untaian fikir yang mampu kurangkai,
atapnya hanya sedikit goresan hati yang berani ku ungkap,
perabotnya hanyalah rentetan cerita yang tak sesempurna kisah para shahabiyah.

Aku bukanlah arsitek ulung, bukan pakar perangkai kata,
bukan penulis ideal, dan bukan pula pemikir hebat.
Kesan pertamaku mungkin pernah membuatmu terpesona,
tapi belum tentu kesan selanjutnya.

Kehadiranku mungkin pernah kau nantikan,
tapi aku tahu ada yang lebih layak untuk kau nantikan.
Aku mungkin pernah menginspirasimu,
tapi sesungguhnya kau sendirilah yang lebih pandai menggali inspirasi.
Mungkin beberapa ceritaku sempat membuatmu terbuai,
tapi sesungguhnya ada banyak kebun hikmah di jagad dunia yang lebih membuatmu terhanyut akan maknanya,
selama kau bisa melihatnya dengan matahati dan fikirmu.

Sahabat….
Kau tahu, aku hanyalah manusia biasa yang masih jauh dari kata baik apalagi sempurna.
Terkadang kau mendapatiku sebagai manusia yang tegar seteguh batu karang, namun tak jarang pula kau mendapatiku rapuh manakala badai kehidupan menyapa.

Diri ini bukan siapa-siapa….
Hanya manusia biasa cermin mahluk akhir zaman,
Namun diri ini akan selalu berusaha belajar untuk memperbaiki diri atas segala kekurangan yang ada.

Cukuplah kau mengenalku seperti itu,
agar kau mampu menghargaiku dengan segala kelebihan dan kekuranganku.
Jika kau ada di ujung Utara, mungkin aku ada di ujung Selatan,
dan kita akan saling menunjukkan dimana Barat dan Timur
agar bisa saling menebarkan senyum ketulusan, senyum kedamaian dan senyum kebahagiaan dari segala arah.
Bukankah disitu letak indahnya persahabatan?

Sahabat…
Aku belajar darimu bagaimana menjadi seorang teman,
aku berguru padamu bagaimana menebar kebaikan pada sesama dan berbagi tanpa membedakan golongan.
Betapa bahagianya manakala diri ini mendapat senyum termanis di Ladang Indah milikmu,
kau menerima kehadiranku layaknya sahabat terbaikmu,menyambutku begitu indahnya walau hanya duduk termangu di emperan istanamu.
Mengerti bagaimana penghargaan itu begitu tulusnya, begitu berharganya….

Namun kusadari…
Mungkin aku pernah menggoreskan sedikit atau banyak luka di sana,
mungkin aku pernah meninggalkan kotoran yang belum sempat kubersihkan
barangkali aku sempat meremehkan jalinan indah yang kau berikan,
atau mungkin membuatmu tak nyaman dengan segala polah kacauku.

Kali ini,….
Lagi-lagi, aku ingin meraih mutiara itu di samudera hatimu.
Aku tahu,kau tak akan pernah keberatan mengangkatnya untukku.
Maafkan aku, karena sekian waktu adalah cukup untuk menunjukkan retaknya dindingku, pudarnya warnaku, rapuhnya atapku, dan lusuhnya perabot milikku.
Dan maafmu, yang membuat bangunan ini mampu utuh kembali… seperti semula Sekian waktu telah berlalu.

Terimakasih Sahabat…
Jalinan ini tak akan terlewat...


◦☆◦ вєтαρα ιηđαнηуα ρєяѕαнαвαтαη αηđαιкαη кιтα вιѕα
ѕαļιηg вєявαgι ☆╭⌒╭⌒╮☆ ╭⌒╮☆ ~ ╭⌒╮,☆,,''★ ~~,'',~~★
╱◥█◣ ╱◥◣╱◥████◣ ╱◥█◣_●●●●●●∩║▓__∩__▓ ▓∩▓田
║∩║▓__∩__ ▓▓∩▓田 ║╬╬╬╬╬╬╬╬
---------------------------------------------------



Pena diangkat dan tinta telah mengering..
Penulisan ini semua sekadar luahan hati yang mungkin tidak dapat disusun dengan baik..
Penulisan ini luahan hati sendiri, sekadar peringatan untuk diri ini..insan yang kerdil di sisiNya..
Maaf andai kata-kata yang agak bercelaru dan sukar untuk difahami..sekadar meluahkan perasaan dihati..
Semoga kita tergolong dalam golongan yang memperbaiki diri dan mengajak dan membawa pembaikan kepada orang lain..
Hanya dengan menulis, hatiku lega..walaupun aku tahu kisah hidupku ini amat membosankan kerana selalu diselubungi dengan kesedihan sahaja...

Tiada yang kekal abadi di dunia ini, yang tersimpan hanyalah secebis luahan dari hati..sebagai kenangan

Firman Allah yang bermaksud: ” Sesungguhnya pendengaran,penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggungjawabnya.” (Surah al-Isra 17:36)

••►...Satu hari nanti, Allah akan bertanya di mana kamu menghabiskan USIA mudamu...Apa USAHA yang telah kamu lakukan untuk tegakkan DEEN ALLAH...Apa yang kamu usahakan untuk memBANTU saudara seislammu di dunia dan serta merta perasaan takut hadir di hati ini kerana memikirkan JAWAPAN untuk soalan itu..••►

Tanganku akan hancur di dalam tanah..
Yang tinggal hanya tulisanku ini
Moga sesiapa yang membaca tulisanku..
Doakanlah keselamatanku dari Azab (api neraka)..
_Jazakumullahukhayran..:')♥♥_

Jumat, 29 Agustus 2014

SANGAT PRIHATIN

Pagi ini, saat online dan membuka fan page Jonru, saya kaget karena ada 124 pesan yang masuk. Salah satu di antaranya sungguh menarik, sekaligus membuat saya SANGAT PRIHATIN. Lebih jelasnya, coba lihat foto yang saya share ini.

Ya, saya sungguh prihatin! Demikian bejatnya moral para haters itu. Sampai2 orang yang sudah meninggal pun masih dibully juga.

Alhamdulillah...
Berita baiknya, masih ada orang jiwa kemanusiaannya tetap terjaga. Dia semula membenci saya. Namun setelah melihat perilaku para haters yang sangat sadis dalam membully orang yang sudah meninggal, dia jadi menyadari pihak mana yang benar, dan pihak mana yang salah.

Secara pribadi, saya mengucapkan ikut belasungkawa atas berpulangnya ketua umum partai Gerindra. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Siapapun yang meninggal dunia, walaupun dia orang yang paling kita benci sekalipun, walau dia orang yang paling rajin menzalimi kita pun, sebaiknya kita doakan yang baik-baik, tak boleh kita ungkit keburukan2nya, apalagi mencaci-makinya.
Foto: Pagi ini, saat online dan membuka fan page Jonru, saya kaget karena ada 124 pesan yang masuk. Salah satu di antaranya sungguh menarik, sekaligus membuat saya SANGAT PRIHATIN. Lebih jelasnya, coba lihat foto yang saya share ini.

Ya, saya sungguh prihatin! Demikian bejatnya moral para haters itu. Sampai2 orang yang sudah meninggal pun masih dibully juga.

Alhamdulillah...
Berita baiknya, masih ada orang jiwa kemanusiaannya tetap terjaga. Dia semula membenci saya. Namun setelah melihat perilaku para haters yang sangat sadis dalam membully orang yang sudah meninggal, dia jadi menyadari pihak mana yang benar, dan pihak mana yang salah.

Secara pribadi, saya mengucapkan ikut belasungkawa atas berpulangnya ketua umum partai Gerindra. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Siapapun yang meninggal dunia, walaupun dia orang yang paling kita benci sekalipun, walau dia orang yang paling rajin menzalimi kita pun, sebaiknya kita doakan yang baik-baik, tak boleh kita ungkit keburukan2nya, apalagi mencaci-makinya.
Sumber: fb Jonru

Selasa, 26 Agustus 2014

Bukan tidak mungkin

Bukan tidak mungkin, seorang pendosa beristighfar walau masih rutin berdosa dia merasa kelak akan Allah hentikan dia dari perbuatan dosanya. 

Karena dia merendah dan masih merasa sering berdosa. 
Dalam hatinya tetap ada bait-bait penyesalan, namun seringkali tidak terselesaikan.

Bukan tidak mungkin, seorang alim beristighfar, lalu merasa istighfarnya lebih bernilai dari orang di bawahnya sambil membanding-bandingkan lahiriyah; terlebih merasa bebas dari dosa dan kesalahan. 

Ia meninggi. Ditakutkan ia akan dihukum dengan hilangnya kelezatan ibadah bermasa-masa.

Mungkin kita pernah rutin berdosa dan tiap melakukannya ada penyesalan, bahkan kadang menangis bertanya 'mengapa' pada jiwa. 

Kemudian Allah membimbing kita menuju jalan-Nya. 

Mungkin pernah alami ini.

Mungkin kita pernah rutin beribadah dan takjub melakukannya lalu tengok kiri kanan. 
Merasa lebih berkualitas, perlahan tapi pasti kita merasa kian jauh dari keindahan masa lalu dan ingin kembali namun seolah selalu terhalangi. 

Mungkin pernah alami ini.

Preman yang kini sedang mendosa itu, kita tak tahu takdirnya kemudian. 

Tidak perlu menentukan di mana kelak dia akan berakhir dan apa kelak dia akan menjadi.

Karena kita sendiri tidak bisa menentukan di mana kelak kita akan berakhir dan apa kelak kita akan menjadi.

Kita harus ingat untuk berhenti ketika kita merasa sudah terlalu jauh. 

Karena di kejauhan, tidak terlihat ada tempat pemberhentian.


Foto: Bukan tidak mungkin, seorang pendosa beristighfar walau masih rutin berdosa dia merasa kelak akan Allah hentikan dia dari perbuatan dosanya. 

Karena dia merendah dan masih merasa sering berdosa. 
Dalam hatinya tetap ada bait-bait penyesalan, namun seringkali tidak terselesaikan.

Bukan tidak mungkin, seorang alim beristighfar, lalu merasa istighfarnya lebih bernilai dari orang di bawahnya sambil membanding-bandingkan lahiriyah; terlebih merasa bebas dari dosa dan kesalahan. 

Ia meninggi. Ditakutkan ia akan dihukum dengan hilangnya kelezatan ibadah bermasa-masa.

Mungkin kita pernah rutin berdosa dan tiap melakukannya ada penyesalan, bahkan kadang menangis bertanya 'mengapa' pada jiwa. 

Kemudian Allah membimbing kita menuju jalan-Nya. 

Mungkin pernah alami ini.

Mungkin kita pernah rutin beribadah dan takjub melakukannya lalu tengok kiri kanan. 
Merasa lebih berkualitas, perlahan tapi pasti kita merasa kian jauh dari keindahan masa lalu dan ingin kembali namun seolah selalu terhalangi. 

Mungkin pernah alami ini.

Preman yang kini sedang mendosa itu, kita tak tahu takdirnya kemudian. 

Tidak perlu menentukan di mana kelak dia akan berakhir dan apa kelak dia akan menjadi.

Karena kita sendiri tidak bisa menentukan di mana kelak kita akan berakhir dan apa kelak kita akan menjadi.

Kita harus ingat untuk berhenti ketika kita merasa sudah terlalu jauh. 

Karena di kejauhan, tidak terlihat ada tempat pemberhentian.



Senin, 11 Agustus 2014

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media

Ahmad Heriawan: Gubernur yang Sarat Prestasi Tanpa Banyak Pemberitaan Media




                           Sepertinya ada ANGGAPAN KELIRU pada masyarkat kita, bahwa orang terkenal (khususnya yang sering diliput media massa) adalah orang terbaik. Maka siapa yang paling sering masuk teve, majalah, atau koran, dialah yang dianggap paling baik.

Padahal faktanya, di luar sana masih banyak orang berprestasi, bahkan jauh lebih berprestasi, namun sepi pemberitaan media. Masyarakat pun tidak mengenal mereka. Dan karena mereka jarang diliput media, masyarakat pun seolah-olah tak percaya pada prestasi-prestasi yang telah diukirnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, adalah sosok pemimpin yang sarat prestasi. Entah sudah berapa puluh bahkan ratus penghargaan yang dia peroleh. Tanpa banyak liputan media, satu demi satu proyek pembangunan di Jawa Barat pun dia kerjakan dan rampungkan.


Beliau inilah contoh sosok pemimpin sejati!

Rabu, 11 Juni 2014

Bagai PRAJURIT Yang D'baris-bariskan



Seringkali kita mendapati, seseorang yang baru kita kenal
Serasa bertahun2 kita mengenalnya
Tak ada rasa canggung menyapa
Tak ada rasa segan b'bagi 
Mengalirlah cerita dan canda
Seringkali pula kita keheranan sendiri
Mengapa saya sangat nyaman denganmu,
Padahal baru kemarin aku mengenalmu?
Padahal aku tak tahu seperti apa dirimu?
Ungkapan ini yang sering d'ungkapkan saudari maya d'jejaring sosial,
Kerapkali b'tanya...
Saya hanya bisa menjawab,
Inilah ikatan AQIDAH itu ukhty,
Ada percaya meskipun tak pernah b'sua
Ada sayang meski tak duduk bersama 
Ada keterikatan IMAN,
D'eratkan temali UKHUWAH ISLAMIYAH. . .
Ruh kita saling kenal. . . Subhanallah 



"Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang d'baris-bariskan. Yang saling mengenal d'antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal d'antara mereka akan saling berbeda d'antara mereka."
[HR. Al Bukhari/no. 3336 dan Muslim/no. 2638]

Dalam proses syar'i dua orang insan berlaku
Dalam detik pertemuan Nazhar itu,
Dua ruh saling mengenal
Kata Ustadz Salim A. Fillah,
Saling mengirim sandi 


Jika sandi d'kenali, mereka akan sepakat, tanpa banyak tanya
Tanpa banyak bicara
Karena sesudah itu adalah saatnya bekerja mewujudkan tujuan bersama...

Ruh itu seperti tentara
Ada sandi d'antara mereka
Jika sandi telah d'kenali, tak perlu banyak lagi yang d'ketahui
Cukup itu saja. . .
Mereka akan bersepakat
Mereka adalah sekawan dan sepihak
Mereka akan b'gerak untuk 1 tujuan yang d'yakini

Jadi. . .
Apakah sandi d'antara para ruh?

IMAN...

AQIDAH...

Tentu saja.

Jika tak serupa,
Jika tak 1 tujuan,
Jika tak 1 visi dan misi,
Maka sandinya tak d'terima
Karena ia b'beda dan sejak awal tak hendak menyatu

Referensi Inspirasi||Jalan Cinta Para Pejuang/ Salim A. Fillah.