Kamis, 27 Februari 2014

SMK PRUDENT SCHOOL dan PKS KARAWACI

Trimaksih kpd temen2 dari prudent school yg telah memberikan bantuan berupa obat2an, pampers, dana serta tenaganya dlm membantu korban banjir pondok Arum. Meskipun air blm sepenuh surut kalian rela turun ke rumah2 warga yg masih banjir tuk memberikan nasbung, smg kebaikan & sgla amal ibadahnya diterima Allah SWT dan jg menjadi ladang pahala bwt kalian

SMK PRUDENT SCHOOL TANGERANG














PKS KARAWACI DAN SISWA SMK PRUDENT SCHOOL


Para relawan saat sebelum keberangkatan membagikan nasi bungkus untuk warga pondok arum,tangerang





Minggu, 23 Februari 2014

PKS Karawaci Berbagi Nasi Bungkus di Malam yang Dingin

BAGIKAN MAKANAN - 800 Rumah di Pondok Arum Tangerang terendam banjir 1,5 meter.
Ustaz Kamal beserta Relawan Pks Karawaci Bagikan Nasi Bungkus ke Perumahan Pondok Arum, Karawaci, Kota Tangerang.

 

Warga Pondok Arum mengaku sangat terbantu dengan adanya nasi bungkus,


 Relawan Pks bekerja dengan sepenuh hati

Dinginnya malam tak menjadi penghalang untuk Membagikan nasi Bungkus kepondok arum




Foto: akh didit, dan ust Kamal



Dengan tangga ust kamal membagikan nasi Bungkus ke Warga Pondok Arum yang masih bertahan dirumahnya








Jumat, 21 Februari 2014

IBU

Suatu hari seorang ibu ingin meminjam uang dari anaknya yang telah mapan, dengan suara direndahkan terdengar sayup-sayup disertai rasa malu ia berkata : "Nak,bolehkah ibu meminjam uang 1.000.000? Ibu ada perlu...".

Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Ma, nanti saya tanya istri dulu?", seakan berat untuk mengiyakan.

Ketika akan beranjak pergi ia melihat dus susu anaknya dan masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung.
Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 jt.

Dia berfikir susu paling baik untuk anak adalah ASI harganya tak terhingga, super steril,diberikan dengan penuh kasih sayang jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??
Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia.

Ibu, dirimu telah memberikan semua kasih sayang,harta dan semuanya tanpa pamrih,gratis. Maafkan anak durhaka ini yang tidak tahu balas budi dan aku tahu aku tak mampu membalas kebaikanmu.

Segera ia mendatangi ibunya dan memeluknya, mengecup keningnya dan memberikan uang Rp 3 jt di dompetnya dan berkata: "Ma, jangan berkata pinjam lagi,hartaku adalah milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu".

Sambil berkaca-kaca ada air bening dipelupuk mata ibu ia berkata:"Nak, di setiap keadaan Mama selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SyurgaNya nanti dalam kebahagian Aamiin."

Minggu, 16 Februari 2014

Layanan Kesehatan Gratis

Layanan Kesehatan Gratis with Caleg Bpk.KH. Jazuli Juwaini Lc, MA. Bpk. H. Taufik Jursal Effendi BSc. & Bpk. Agus Salim... Slu Melayani, Dekat dgn Sepenuh Hati 





Kamis, 13 Februari 2014

sajak rame-rame

*Sajak rame2

Kalian tahu kenapa hujan itu menyenangkan?
Karena turunnya rame2
Pasti garing kalau hujan itu turunnya hanya satu tetes
Lantas satu tetes lagi, dan seterusnya.

Kalian tahu kenapa nasi itu lezat dan mengenyangkan?
Karena dihidangkan rame2
Pasti bengong kalau hanya satu butir saja di atas piring.
Ini mau makan apa?

Kalian tahu gigi itu berguna?
Karena rame2 berbaris rapi
Pasti ompong nyebutnya kalau cuma satu
Tidak bisa buat mengunyah. Cuma bisa buat tersenyum melihatnya.

Sungguh,
Di dunia ini sesuatu yang positif selalu spesial saat rame2 dilakukan
Shalat jamaah, rame2 tentu lebih afdol
Gotong royong, rame2 tentu lebih oke
Belajar, rame2 saling bantu lebih banyak yang dipelajari
Bekerja, rame2 saling tolong lebih cepat selesai

Itulah gunanya teman2 terbaik
Teman2 yang saling menasehati dan mengingatkan
Rame2 menjadi selalu lebih seru.

Kalian tahu kenapa keyboard laptop atau HP harus lengkap?
Karena hilang satu saja, rasanya tidak utuh lagi.
Begitulah pertemanan yang baik.
Hilang satu, terasa kosong semuanya.
Rame2 selalu lebih menyenangkan.

Mungkin demikian.

Rabu, 12 Februari 2014

Soal ODOJ Karawaci 1



1.       Surah Ar-Rahman adalah surah ke-Berapa dalam Al-Qur'an.
a.       55
b.      56
c.       57
d.      60
2.       Surah Ar-Rahman terdiri atas berapa ayat
a.       77
b.      78
c.       79
d.      80
3.       Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) ada berapakah kalimat tersebut dalam surah Ar-Rahman
a.       13
b.      78
c.       31
d.      55
4.       Dalam Surah At-Tin, Allah bersumpah dengan menyebut “Demi negeri yang aman“ yang dimaksudkan negeri yang Aman adalah …
a.       Mekah
b.      Madinah
c.       Jedah
d.      Bagdad
5.       Surah Al- Khafi terdiri atas berapa ayat
a.       120
b.      117
c.       115
d.      110

Rabu, 05 Februari 2014

ODOJ-Ku Telah di Ujung Jalan

ODOJ-Ku Telah di Ujung Jalan

Cinta itu katanya hangat di awal, itu benar. Cinta bisa bertahan jika satu dengan yang lain sudah berada dalam hati yang sama. Maka cinta membutuhkan keterikatan hati dan fisik. Namun, cinta yang dirasakan kali ini berbeda. Tidak pernah bersua, bertatap muka, dan hanya mengandalkan rasa yang sama. Itulah yang terjadi pada para pencinta Al Quran dalam komunitas One Day One Juz.

Bertatap tiga puluh orang dalam ruang chat yang sama. Memiliki maksud dan komitmen yang suci, mengaji. Tidak pernah kenal dan saling tahu sebelumnya tak jadi masalah. Karena perkenalan diawal terbentuknya grup agaknya memiliki pesona tersendiri di hati para Odojers. Namun, sehari, dua hari, sepekan, dua pekan masih terasa harmonis bak penganten baru. Setiap ada bunyi 'tuing', hati berdesir senyum bersimpul memandangi isi room chat.

Tapi ketika mencapai angka satu bulan, dua bulan? Percintaan perlahan meredup. Euphoria khatam pertama kali, habis pada hari itu saja. Selanjutnya mulai sibuk dengan urusan masing-masing. Umumnya begitu, salut jika ada grup yang mampu mempertahankan percintaannya hingga berbulan. Risiko terburuk memang belum pernah terjadi, yaitu grup bubar. Jikalau ada yang kabur beramai-ramai mungkin saja terjadi. Tapi umumnya, gagalnya percintaan dalam ODOJ adalah perginya satu atau lebih Odojers dengan pelbagai alasan. Perceraianpun terjadi maka harus segera mencari pengganti. Jika ingin kapal tetap berlayar, maka tiga puluh orang penumpangnya harus dipastikan masih bersuka ria menikmati perjalanan menuju Surga, insyaAllah.

Pada kasus kebanyakan, retaknya rumah tangga ODOJ terjadi pada kelompok perempuan. Mungkin dikarenakan kondisi psikologis yang lebih perasa. Jika ada rasa tak nyaman dengan salah satu atau salah banyak kawan dalam grup, lebih baik pergi dan bercerai. Atau adapula yang beralasan lain. Sekali pun alasannya kadang tak masuk akal. Kasus seperti ini agaknya sulit untuk mengupayakan rujuk. Karena jika sudah tak ada lagi cinta, buat apa? Hilang satu, tumbuh seribu.

Selain kasus 'pergi tak kembali', adapula kasus rumah tangga seperti kuburan. Sepi. Hanya ada satu dua orang yang melapor kholas. Bahkan ucapan salampun jadi terasa mahal. Padahal pada bulan pertama pertemuan, hebohnya bukan kepalang. Lewat bulan selanjutnya, kehampaan dan kejenuhan mulai menjangkit sehingga tak lagi ada kehangatan seperti awal merajut cinta. Tapi perihal ini masih bisa dibincangkan dari hati ke hati. Setidaknya masih ada cara untuk meremajakan cinta. Berikut, beberapa resep agar rumah tangga ODOJ kita tetap bertahan sampai kapal berlabuh di dermaga surga :

1. Introspeksi diri (masing-masing Odojers)

2. Kalahkan ego, dan mulailah bicara. Awali dengan topik ringan. Jika tak ada yang minat menanggapi, langsung pada cara 'tembak', ungkapkan kejujuran hati. Pertanyakan apa yang dirisaukan. Jika anda kurang nyali, silahkan japri kawan satu kelompok yang dikira mampu mengatasi.

3. Putar kembali kenangan saat awal merajut cinta.

4. Adakan event khusus internal grup. Semisal membuat jaket bersama, membuat buku, kopi darat, beli pakaian bareng, foto-foto, apapun kegiatan yang mampu merekatkan cinta yang mulai retak. Karena jika sudah ada satu yang pecah, akan sulit untuk rekat kembali.

5. Muhasabah diri tentang komitmen kita ber-ODOJ. Pembangunan komitmen dengan Allah lebih utama dibandingkan komitmen pada grup. Karena apapun yang terjadi, kita tetap mengaji.

Selamat mencoba! Semoga rumah tangga ODOJ kita yang tadinya sudah di ujung jalan, bisa ditarik lagi mendekati pagar. Sehingga suatu saat bisa kembali ke dalam rumah. Dan bersama-sama merajut cinta yang pernah ada. Sehingga sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi penghias rumah tangga ODOJ. Bahagia bersama tiga puluh kawan calon penghuni Surga. Aamiin...

Senin, 03 Februari 2014

tiga perkara

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu:
1. Sedekah jariyah,
2. Ilmu yang dimanfaatkan,
3. Do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

PKS partai yang baik

Bisakah negara ini berubah dengan mengandalkan orang baik? Pertanyaan itu tiba-tiba muncul di benak saya setelah nama Risma mencuat. Wanita bernama lengkap Tri Rismaharini itu menyedot perhatian. Pemicunya saat di “Mata Najwa”, airmata walikota Surabaya itu mengalir. Tangisnya membuat publik tersihir. Simpati terus berdatangan tak mengenal akhir. Di twitter, dukungan terhadapnya bermunculan bertajuk “SaveRisma”. Risma adalah orang baik. Ia bagai oase di padang nan gersang. Di saat rakyat sudah muak dengan lakon banyak pemimpin dan politisi yang korup, Risma hadir menawarkan sosok yang berbeda. Peduli rakyat tanpa pencitraan. Bekerja keras siang malam tanpa membawa rombongan media. Tegas dan berani tanpa berita nan lebay. Dan tutur kata serta airmata yang mengalir di “Mata Najwa” bisa publik rasakan getarannya. Bukan kata-kata pemanis belaka dan bukan pula airmata buaya.

Tahun 2011 Risma dimakzulkan oleh DPRD Surabaya. Penyebabnya karena ia membuat aturan melarang papan reklame/baliho yang berukuran besar mejeng di jalan-jalan utama di kota Surabaya. Anggota dewan meradang. Entah apa penyebabnya. Ramai-ramai mereka bersekongkol memkazulkan Risma, termasuk PDI-P, partai yang mengusung Risma. Dan hanya satu fraksi yang menolak pemakzulan: PKS. Maka marahlah anggota-anggota DPR itu (dari semua fraksi, kecuali fraksi PKS), termasuk Wisnu yang sama-sama dari fraksi PDIP bersama Risma. Anggota-anggota DPRD itu kemudian meminta Risma mundur dari jabatan wali kota. (Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono di Koran Sindo, 16 Februari 2014) Di Bandung, kita juga punya orang baik bernama Ridwan Kamil. Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil itu namanya juga kian moncer. Sosoknya yang masih muda, cerdas dan berprestasi memikat banyak orang. Sejak menjabat orang nomor satu di Kota Bandung, ia telah membuat banyak terobosan. Tapi sayang, ia tak didukung penuh oleh DPRD Kota Bandung. “Saya sedih di akhir tahun 2013 banyak program saya yang bagus-bagus dicoret tanpa sebab yang jelas. Dan yang mendukung program bagus saya di dewan hanya PKS,” curhat Kang Emil. Menarik. PKS hadir di tengah persoalan yang sedang membelit Risma dan Kang Emil. Risma bukanlah kader PKS. Tapi Fraksi PKS di DPRD Kota Surabaya menolak memakzulkannya di saat fraksi lain termasuk PDI-P yang mengusungnya justru bernafsu melengserkannya. Kang Emil juga bukan kader PKS. Tapi Fraksi PKS di Kota Bandung istiqomah mendukungnya di saat fraksi lain menolak program kerja Kang Emil yang bagus-bagus. Dari fenomena ini kita dengan mudah bisa menjawab pertanyaan yang tersaji di awal tulisan ini. Bahwa tak cukup mengubah negeri ini hanya dengan mengandalkan orang baik. Kita juga butuh partai politik yang baik. Partai politik yang baik adalah mereka yang akan mendukung orang-orang baik, meski bukan terlahir dari rahim partainya sendiri. Risma dan Kang Emil adalah orang baik. Tapi dua orang baik ini terlihat tak berdaya ketika dihadapkan dengan parta-partai tak baik yang bersepakat menolak kebaikan. Orang-orang baik seperti mereka sangat membutuhkan dukungan dari partai baik di panggung demokrasi yang kita anut saat ini. Di negeri ini, saya yakin banyak Risma dan Kang Emil lain yang tak tersorot media. Banyak orang baik tapi mereka mengalami persoalan serupa dengan Risma dan Kang Emil: tak mendapat dukungan dari partai baik. Dan menjadi wajar jika sudah hampir 69 tahun kita merdeka, tapi negeri ini masih saja dirundung banyak soal. Sebabnya: bukan karena kita kekurangan orang baik, tapi langkanya partai baik di pertiwi tercinta.